Rabu, 23 April 2014

Artikel Akuntansi

AKUNTANSI



Definisi Akuntansi


Akuntansi merupakan kumpulan konsep dan teknik yang digunakan untuk mengukur


dan melaporkan informasi keuangan dalam suatu unit usaha ekonomi. Informasi


akuntansi sangat potensial untuk dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,


seperti: manajer perusahaan, pemilik, kreditur, pemerintah, analisis keuangan dan


karyawan. Manajer perusahaan membutuhkan informasi akuntansi untuk pengambilan


keputusan manajerial dan bisnis, Investor tentunya dalam ekspektasi dan harapan


terhadap hasil investasinya dalam bentuk hasil usaha dan keuntungan (deviden),


kreditur berkepentingan terhadap kemampuan bayar terhadap kewajiban perusahaan


dalam menyelesaikan pinjamannya, pemerintah memerlukan informasi terhadap pajak


dan regulasi (peraturan), analis keuangan menggunakan akuntansi untuk dasar


menyatakan opini (pendapat) terhadap investasi yang akan direkomendasikan,


karyawan berharap ingin bekerja di perusahaan yang mampu untuk mendukung


pengembangan karir dan penghasilan yang lebih baik.


Untuk mengetahui akuntansi secara lebih mendalam sebaiknya mengerti terlebih


dahulu definisi atau batasan akuntansi. Berikut di bawah ini adalah beberapa definisi


akuntansi:


AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) pada tahun 1941,


mendefinisikan akuntansi sebagai :


“seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang


bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta


menafsirkan hasil-hasilnya.”


Dari definisi ini ada 3 aspek penting yaitu :


1. Akuntansi adalah suatu proses, yaitu proses pencatatan, penggolongan dan


peringkasan transaksi.


2. Akuntansi memproses transaksi keuangan dengan cara yang mempunyai


pola tertentu (bukan sembarang atau acak-acakan) dan mengunakan satuan


uang sebagai alat pengukur.


3. Akuntansi tidak sekadar proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan


belaka, melainkan meliputi juga penafsiran terhadap hasil dari prosesproses


tersebut.


Definisi lain dinyatakan oleh Accounting Principles Board (APB) tahun 1970:


“Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya menyajikan informasi


kuantitatif tentang lembaga-lembaga ekonomi, terutama yang bersifat


keuangan, yang bertujuan agar berguna dalam pengambilan keputusan


ekonomis.”


Definisi menurut American Accounting Association tahun 1966, adalah sebagai


berikut :


“proses mengenali , mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi


untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai


informasi yang bersangkutan.”


Definisi ini mengandung dua pengertian:


1. Kegiatan Akuntansi, bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari


identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.


2. Kegunaan Akuntansi, bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh


akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan


mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan.


Dan definisi yang lainnya adalah menurut George A. Mac Farland :


“Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, penggolongan, penyajian, serta


penafsiran secara sistematis dari data keuangan perusahaan atau


perseorangan.”


Dari definisi ini dapat ditarik pengertian bahwa :


1. Prosedur-prosedur yang digunakan dalam akuntansi adalah mencatat,


menggolongkan, menyajikan dan menafsirkan.


2. Sasaran dari akuntansi adalah data keuangan atau peristiwa yang bersifat


finansial.


3. Prosedur mencatat, menggolongkan, dan menyajikan data keuangan


haruslah disusun secara sistematis, sehingga dapat digunakan untuk


menafsirkan dan membuat analisis terhadap laporan yang dibuat.


Kegunaan Informasi Akuntansi


Menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakan


maupun pihak-pihak diluar perusahaan. Kegunaan ini berhubungan dengan proses


pengambilan keputusan dan pertanggungjwaban.


Pemakai Informasi Akuntansi


Informasi akuntansi digunakan oleh banyak pihak atau pengguna dengan masingmasingkepentingannya. Kepentingan antara satu pengguna dengan pengguna lainnya


tidak sama sehingga informasi yang dicaripun berbeda. Para pengguna informasi


akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar, yaitu :


1. Para pengguna yang berkepentingan langsung terhadap perusahaan : pemilik dan


calon pemilik, kreditor dan calon kreditor, manajemen, karyawan dan calon


karyawan dan pemerintah.


2. Para pengguna yang berkepentingan tidak langsung terhadap perusahaan : analis


dan konsultan keuangan, asosiasi dagang dan serikat buruh.


Pekerjaan Akuntan dan Bidang-bidang Akuntansi


Pekerjaan Akuntan


Secara garis besar akuntan dapat digolongkan menjadi:


1. Akuntan Publik, adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya


atas dasar pembayaran tertentu. Akuntan publik dapat memberikan jasa


pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen


(management advisory services) dan jasa akuntansi (accounting services)


2. Akuntan Manajemen, adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan


atau organisasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi,


penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern


perusahaan, penyusunan anggaran, menangani masalah perpajakan dan


melakukan pemeriksaan intern.


3. Akuntan Pemerintah, adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan


pemerintah seperti di departemen, BPKP dan BPK, Direktorat Jenderal Pajak


dan lain-lain.


4. Akuntan Pendidik, adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi


yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan


penelitian di bidang akuntansi.


Bidang-bidang Akuntansi


Akuntansi saat ini telah berkembang sangat pesat sejalan dengan perkembangan


teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Bidang-bidang akuntansi yang penting akan


diuraikan seperti berikut dibawah ini:


1. Akuntansi Umum dan Keuangan (General Accounting Financial Accounting)


Bidang akuntansi yang secara menyeluruh mencakup fungsi-fungsi pencatatan


transaksi-transaksi serta menyusun laporan keuangan dari catatan-catatan


tersebut.


2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)


Akuntansi dan Tata Buku


Bagi mereka yang awam di bidang akuntansi ataupun mereka yang baru mulai


mempelajari akuntansi sering mencampuradukkan pengertian akuntansi dan tata buku.


Hal ini adalah wajar karena akuntansi sendiri pada awal sejarahnya memang


berpangkal tolak dari bookkeeping atau tata buku. Untuk menghindari salah


pengertian atau mencampuradukkan pengertian akuntansi dengan tata buku perlu


dijelaskan bahwa pada tata buku kegiatan yang ada padanya hanyalah pada fungsi


pencatatan atas data perusahaan dengan demikian pada tata buku tidak ada fungsi


perencanaan sistem dan prosedur pencatatan maupun kegiatan penafsiran dan analisis


terhadap hasil laporan yang dibuat.


Prinsip-prinsip Akuntansi


Laporan keuangan diolah dari ratusan atau ribuan transaksi-transaksi dengan cara


yang sistematis dengan suatu dasar tertentu. Dasar ini dinamakan prinsip-prisip


akuntansi yang lazim (General Accepted Accounting Principles). Justru oleh karena


sifat yang tidak eksak dari akuntansi ini maka diperlukan “prinsip-prinsip akuntansi


yang lazim” . Tanpa adanya prinsip yang berfungsi sebagai patokan atau pedoman ini,


maka kemungkinan masing-masing akuntan akan menggunakan caranya sendiri,


sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akan menjadi simpang siur.


Profesi akuntansi telah berusaha mengembangkan sekumpulan standar yang pada


umumnya diterima dan secara universal dipraktikkan. Usaha-usaha itu telah


menghasilkan dipakainya seperangkat aturan dan prosedur umum yang disebut


sebagai prinsip akuntansi berterima umum yang merupaka guideliness (standar) yang


menunjukkan tentang tata cara melaporkan kejadian ekonomis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar